Tas ransel biru…? Ada apa dengan Alan yang tiba-tiba tertarik dengan tas ransel biru? Apakah Alan jatuh cinta dengan tas milik Chia?!? Apakah Alan terinspirasi dari para wibu yang jatuh cinta dengan anime? Ara-ara…
BAB 7. TAS RANSEL BIRU
Luna menyeka keringat dari dahinya. Matanya memandang ke kelasnya yang sudah bersih dan rapi. Senyum penuh kebanggaan terlintas di wajahnya.
“Akhirnya selesai juga.” gumam Luna, “Tapi capek juga ternyata nyapu sendirian.”
Tiba-tiba mata Luna melihat ke arah tas Chia yang berada di bangku depan, membuat mood-nya jelek lagi. “Dasar Chia sialan, seenaknya ninggalin aku. Udah bikin orang dihukum eh dia-nya malah kabur. Dasar Chia semprul.” gerutu Luna sambil meremas-remas sapunya dengan penuh emosi.
Tiba-tiba dari luar terdengar suara langkah kaki. Luna mengira itu langkah kaki Chia. Tanpa pikir panjang, dia langsung berlari menuju pintu dan bersiap-siap untuk memukul Chia dengan sapunya. Tapi ternyata yang datang bukanlah Chia, melainkan Alan. Seketika Luna pun langsung mengerem langkah kakinya dan menahan laju sapunya agar pukulannya tidak mengenai Alan.
“Weits…apa-apaan nih?” tanya Alan kaget dengan sapu yang hampir mengenai tubuhnya.
“Sorry, kirain tadi Chia.” kata Luna meminta maaf.
“Oh ya, Chia…” Alan seakan teringat sesuatu. “Namaku Alan, anak kelas IX-E, aku yang pernah ditabrak ma temenmu yang gila itu.” ujar Alan.
“Terus aku harus bilang WOOW sambil jungkir balik gitu…” kata Luna tak peduli.
“Gak juga sih, tapi kalo kamu mau jungkir balik, juga gapapa.” Alan nyengir, Luna melotot. “Oh ya, kamu tahu dimana tas-nya Chia?”
“Noh, yang warna biru muda.” kata Luna sambil menunjuk ke arah tas ransel berwarna biru muda, di samping sebuah tas jinjing berwarna pink.
“Okey, thanks.”
Alan berjalan menuju tas tersebut. Dia mengeluarkan benda kotak dari balik tasnya kemudian dimasukan benda tersebut ke dalam tas Chia.
“Apaan tuh yang kamu masukin ke tasnya Chia?” tanya Luna ingin tahu.
“Bukan apa-apa kok, itu cuma salam kenal aja. Jadi kamu gak perlu kuatir.” kata Alan. Luna hanya menganguk. Lalu Alan bergegas pergi meninggalkan kelas tersebut.
*****

Comments
Post a Comment