Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2024

CHIAAAA!! (bab 10)

 Sinopsis cerita… yang pasti sih ceritanya gak jelas seperti hidupmu xixixixiii BAB 10. TRAGEDI DI KELAS IX-C Pada hari Sabtu, hujan deras mengguyur sekolah. Para murid kelas IX-C sedang sibuk mengerjakan PR sebelum Bu Demen datang. “Eh Chi, mana buku biologiku?” tanya Luna kepada Chia yang lagi nulis. “Bentar Lun, masih nyalin.” “Cepetan dong, Bu Demen keburu dateng nih.” “Iya… iyaaa… orang sabar jidatnye lebar..” “Kok gak dari tadi aja sih nyonteknya pas waktu istirahat?”  “Istirahat ya buat istirahat, bukannya buat ngerjakan PR, Lun...” “PR tuh dikerjakan di rumah tahu, namanya juga Pekerjaan Rumah...” “Pekerjaan? Hmm... Masa anak sekolah disuruh kerja, gak dapat gaji pula...”  “Ah, bener juga ya...” gumam Luna mulai setuju dengan pendapat Chia. “Bu Demen datang!!” seru beberapa anak yang sedang menjaga pintu kelas IX-C. Otomatis semua murid yang sibuk ngerjain PR langsung kembali ke bangku masing-masing. Sebelum memasuki kelas, tak lupa B...

CHIAAAA!! (bab 9)

Sepeda, sepeda apa yang bikin penasaran, hayoooo….?? BAB 9. Sepedaku sayang, sepedaku malang Jam 4 sore, tanda bahwa extra voli akan segera dimulai. Luna dan Chia beserta para pengikut exta voli lainnya sudah bersiap-siap di lapangan. Mereka terlihat gembira dan tak sabar mengikuti extra voli. Tapi ada seorang cewek yang hanya menunduk terus. Yup, dia adalah Chia. “Hei, ngapain nunduk terus? Lagi nyari uang jatuh ya?”  “Bukan urusanmu.” jawab Chia jutek, masih tetap menunduk. “Apa jangan-jangan malu gara-gara punya tampang jelek?” Kampret, siapa sih nih cowok? pikir Chia. “Ngomong-ngomong gimana kadonya? Puas, Neng?” Chia yang mendengar pertanyaan tersebut langsung emosi dan menengadahkan wajahnya ke arah sosok cowok tinggi, berjambul yang tengah tersenyum puas ke arah Chia. “Hahahaha…. idungnya merah,” kata Alan sambil menunjuk ke hidung Chia, “jadi mirip banget ama badut. Pas banget ma tingkahmu.” ejek Alan.  Chia mendengus dongkol.  “Oh… terny...

CHIAAAA!! (bab. 8)

 Jangankan balas dendam, balas chat-nya saja aku tidak berani huhuhu…. BAB 8. BALAS DENDAM TERSELUBUNG Beberapa saat setelah Alan pergi, suara gelak tawa Chia menggema di seluruh bangunan sekolah yang sudah sepi tersebut. Mendengar suara Chia, emosi Luna bangkit lagi dan siap menyemburkan api ke Chia. “Chiiiiiaaaaaaaaaaaaaa…………dasar kurang ajar!!!!!!!” teriak Luna sambil mengarahkan sapunya ke Chia. Melihat Luna bak kerasukan setan, Chia pun panik. “Nyebut Lun….nyebut……!!!” teriak Chia sambil berlari ke dalam kelas, menghindari pukulan sapu Luna. “Nyebut….  nyebut… emang aku kesurupan apa?” tanya Luna masih terus mengejar Chia. “Lah kalo bukan kesurupan, ngapain kamu ngejar-ngejar aku pake sapu segala? Mau minta tanda tangan?” “Tanda tangan gundulmu kuwi!!!” bentak Luna. “Ini semua gara-gara kamu tau….. ninggalin aku piket sendirian.” “ Oh, gara-gara piket. Tenang Lun biar aku jelasin dulu duduk permasalahannya. Jadi bisa nggak kita berhenti lari-...

CHIAAAA!! (bab 7)

 Tas ransel biru…? Ada apa dengan Alan yang tiba-tiba tertarik dengan tas ransel biru? Apakah Alan jatuh cinta dengan tas milik Chia?!? Apakah Alan terinspirasi dari para wibu yang jatuh cinta dengan anime? Ara-ara… BAB 7. TAS RANSEL BIRU Luna menyeka keringat dari dahinya. Matanya memandang ke kelasnya yang sudah bersih dan rapi. Senyum penuh kebanggaan terlintas di wajahnya. “Akhirnya selesai juga.” gumam Luna, “Tapi capek juga ternyata nyapu sendirian.” Tiba-tiba mata Luna melihat ke arah tas Chia yang berada di bangku depan, membuat mood-nya jelek lagi. “Dasar Chia sialan, seenaknya ninggalin aku. Udah bikin orang dihukum eh dia-nya malah kabur. Dasar Chia semprul.” gerutu Luna sambil meremas-remas sapunya dengan penuh emosi. Tiba-tiba dari luar terdengar suara langkah kaki. Luna mengira itu langkah kaki Chia. Tanpa pikir panjang, dia langsung berlari menuju pintu dan bersiap-siap untuk memukul Chia dengan sapunya. Tapi ternyata yang datang bukanla...

CHIAAAA!! (bab. 6)

 Persahabatan antara Chia dan Luna sedang diuji, bukan melalui tes pilihan ganda ataupun tes uraian, tapi melalui tes… tes… tes… 1, 2, 3… wah mic-nya rusak nih *narator menggganti mic menjadi mic tyson BAB 6. PIKET KELAS Bel berdentang empat kali tanda bahwa sekolah telah usai. Semua murid berhamburan keluar kelas meninggalkan Bu Mary, guru fisika. Tapi, Chia dan Luna masih tetap berada di dalam kelas dengan tampang suntuk.  “Chia, Luna, jangan lupa kalian harus piket kelas sendirian karena dari tadi kalian tidak tertib dan malah asyik ngobrol sendiri.” perintah Bu Mary .Chia dan Luna hanya menganguk. “Ingat, lain kali jangan diulangi lagi.” tegas Bu Mary sambil bergegas pergi meninggalkan kedua cewek tersebut . “Gara-gara kamu sih ngajak ngobrol terus, kita jadi kena hukuman.” gerutu Luna. “Sorry, abis mulutku kesepian kalau gak dibuat ngomong.” ujar Chia beralasan. “Sekali-kali piket juga gak papa kan, Lun? Kita kan jarang piket hehehe…” “Udah diem!! Kamu...

CHIAAAA!! (bab. 5)

 Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Selain butuh kemampuan mengajar, menjadi guru juga butuh kesabaran ekstra dalam menghadapi murid-murid. Apakah Chia yang terkenal sebagai murid bandel bisa menjadi seorang guru? Hmmm…. BAB 5. TERLAMBAT... Waduh, sialan aku terlambat. Ini semua gara-gara Kak Nathan.  batin Chia kesal seraya berjalan menuju kelasnya. Gimana nih, pake alasan apalagi coba? Masa mesti bilang kejadian yang sebenarnya? Ntar Pak Ringgo malah gak percaya, trus temen-temen bakal ngetawain aku. Ahhh tengsin dong.  Sesampainya di depan pintu kelas IX-C, Chia berdoa terlebih dahulu sebelum mengetuk pintu. TOK…TOK…TOK….. “Bunyi hujan di atas genting, airnya turun tidak terkira. Cobalah tengok, daun dan ranting, Pohon dan kebun basah semua. Tok...Tok...tok...” Chia malah nyanyi sembari mengetuk pintu kelasnya.   “Masuk.” seru Pak Ringgo. Chia pun masuk ke dalam kelas.  Pak Ringgo sudah berdiri di depan papan tulis sambil menyipit...

CHIAAAA!! (bab. 4)

 Chia memang terkenal sebagai sosok pembuat onar di sekolah, tapi bagaimana dengan kehidupan Chia di rumah? Apakah Chia punya rumah untuk pulang? Apakah Chia punya keluarga? Apakah Chia hidup sebatang kara? Apakah Chia berasal dari batu? Entahlah… hanya waktu yang bisa menjawab. BAB.4 KELUARGA BAHAhahahahaha…CHIA Keesokan harinya. Di dalam sebuah kamar yang berantakan, penuh dengan kertas dan buku-buku pelajaran yang berhamburan, tengah berbaring seorang gadis berambut acak-acakan yang sedang tertidur pulas. Di sampingnya berdiri seorang lelaki jangkung, berambut kribo dan mengenakan pakaian SMA. Cowok berseragam putih abu-abu tersebut membawa segayung air. Kedua matanya menatap wajah lugu gadis dihadapannya, lalu dia mengalihkan pandangannya ke gayung yang berisi air di tangan kanannya, seraut senyum tipis penuh kelicikan tampak dari wajah cowok tersebut. Lelaki tersebut adalah Nathan, kakak kandung Chia. “Bangun, Chi dah siang. Ntar nyesel loh.”  “Ma...

CHIAAAA!! (bab. 3)

 Perpustakaan. Kita biasanya mencari buku dan pengetahuan di dalam perpustakaan, tapi apakah mungkin kita juga dapat menemukan jodoh di dalam perpustakaan? Mungkin begitulah harapan Luna ketika bertemu dengan Ronald, pujaan hatinya, di perpustakaan sekolah.  Hayooo, siapa di sini yang ingin bertemu pujaan hati di perpustakaan?  BAB 3. PERPUSTAKAAN Sepulang sekolah Chia dan Luna langsung menuju perpustakaan untuk meminjam beberapa buku pelajaran. Luna yang sejak tadi melipat wajahnya karena kesal ditinggal Chia mulai unjuk suara. “Lain kali kalau mau kabur, ajak-ajak dong, jangan ninggalin orang seenaknya.” kata Luna mengungkit-ungkit kejadian di kantin. “Sorry Lun, habis wajahnya Pak Ringgo mengalihkan duniaku, jadi nge-blank dah otakku.” kata Chia beralasan. “Belum lagi tuh cowok sialan, bisanya bikin gara-gara doang.” “Dasar tukang cari alesan. Lagian kamu ma tuh cowok sama-sama kompak. Kompak keras kepalanya, gak ada yang mau ngalah.” “Emang dia yang salah kok!” s...

CHIAAAA!! (bab 2)

 Pertemuan merupakan awal dari sebuah interaksi yang kelak akan menciptakan kawan, lawan, atau pun pacar. Tapi apa maksud dari takdir Chia bertemu dengan cowok berjambul di sekolahnya? Apakah ini awal dari munculnya benih-benih cinta seperti di cerita-cerita romance? Atau malah akan menjadi malapetaka?  Entahlah… BAB 2. SI…ALAN!! Sesudah mencuci tangan di kamar mandi, Chia dan Luna memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke barat, seperti yang dilakukan oleh Tong Sam Cong dan si kera sakti, Sung Go Kong. Mereka bukannya hendak mengambil kitab suci, tapi mereka akan membeli makanan ke kantin yang berada di barat sekolah. Perjalanan panjang ini pun dilalui mereka dengan penuh canda dan tawa, suka dan duka, letih dan lesu, lebai dan alay.             “ Ronald tuh nyebelin, masa dia gak respect ma upilku, padahal anak-anak lainnya pada lari, dia doang yang tetep stay cool.” curhat Chia kesal. “Bisa gak, kalo gak ngebahas s...

CHIAAAA!!

Cerita ini dibuat ketika saya masih SMP dan SMA, jadi harap maklum kalau ceritanya aneh xixixixixii semoga terhibur!                      *****                                   "Chia, Chiaa… Chiaaaaaaaaaa…..!!" panggil namanya 3 kali, niscaya dia akan datang menghantui kehidupan kalian dengan tingkah brutal dan imajinasinya yang di luar akal sehat.  Tak jarang pula karena ulah nakal Chia, sahabatnya yang cantik dan pintar, Luna, juga ikut kena imbasnya. Penasaran? Kalau penasaran silahkan baca cerita ringan CHIAAAA!!  (Kalau gak penasaran, ya sudahlah… gak papa… aku ikhlas…) BAB 1. RONALD DAN DRAMA UPIL Bel berbunyi tiga kali, tanda bahwa pelajaran akan segera dimulai. Murid-murid SMP Two Hero pun langsung memasuki kelas masing-masing.   Di kelas IX-C duduk seorang cewe...