Skip to main content

CHIAAAA!! (bab. 4)

 Chia memang terkenal sebagai sosok pembuat onar di sekolah, tapi bagaimana dengan kehidupan Chia di rumah? Apakah Chia punya rumah untuk pulang? Apakah Chia punya keluarga? Apakah Chia hidup sebatang kara? Apakah Chia berasal dari batu? Entahlah… hanya waktu yang bisa menjawab.




BAB.4 KELUARGA BAHAhahahahaha…CHIA


Keesokan harinya. Di dalam sebuah kamar yang berantakan, penuh dengan kertas dan buku-buku pelajaran yang berhamburan, tengah berbaring seorang gadis berambut acak-acakan yang sedang tertidur pulas. Di sampingnya berdiri seorang lelaki jangkung, berambut kribo dan mengenakan pakaian SMA.

Cowok berseragam putih abu-abu tersebut membawa segayung air. Kedua matanya menatap wajah lugu gadis dihadapannya, lalu dia mengalihkan pandangannya ke gayung yang berisi air di tangan kanannya, seraut senyum tipis penuh kelicikan tampak dari wajah cowok tersebut. Lelaki tersebut adalah Nathan, kakak kandung Chia.

“Bangun, Chi dah siang. Ntar nyesel loh.” 

“Masih pagi, bro…” seru Chia sambil menutupi dirinya dengan selimut tebal.

“Udah siang nih. Noh, liat aja mataharinya udah muncul.” kata Nathan menarik selimut Chia. Tapi Chia tak menggubrisnya, dia malah asyik meneruskan mimpinya. “Hm... kalau sampai hitungan ketiga gak bangun, bakal ku siram air loh, Chi.” lanjut Nathan sambil melihat ke gayung airnya. “Satu…..” tak ada respon dari Chia, “Dua…..” Chia hanya berganti posisi tidur, “Tigaa!!!!”.

BYUUURRRR,  suara air yang disiram ke wajah Chia sehingga membuatnya langsung terbangun dari mimpi indahnya.

“AHHHHH……IBUUUU!!” jerit Chia, “Kak Nathan jahat, kejam, sadis, nakal, jelek!!!!”. 

  “Ha….ha…haha….rasain tuh! Emang enak tidur sambil mandi?” 

Nathan segera berlari keluar kamar dan menuruni tangga diikuti adiknya yang basah kuyup.

“Bu, Chia tadi ngiler, Bu. Sampai bikin peta dunia di kasurnya.” kata Nathan kepada seorang wanita setengah baya yang tengah mempersiapkan sarapan di meja makan.

“Bohong! Kakak tukang bohong! Masa tadi aku disiram air, Bu. Sekarang wajahku yang cantik ini sama kasur indahku jadi basah, Bu...” rengek Chia ke ibunya. 

“Yeee….. salah sendiri gak bangun-bangun. Kan udah diperingatin tadi.” kata Nathan membela diri sambil mencomot sepotong roti panggang.

“Awas ya, nanti kalau Kak Nathan tidur, bakal aku siram pake air panas. Biar tahu rasa!”

“Siram aja kalau bisa. Weks!!”

“Tunggu pembalasanku, Kakak kribo.”

“Udah…udah, jangan bertengkar terus. Sudah segede ini, masih aja suka ribut.” ujar ibu menengahi. “Chia, kamu cepat mandi sama, ntar telat loh.” lanjutnya pada Chia. 

Chia menganguk, tanpa sengaja matanya melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan  pukul 6.30, Chia langsung kaget bukan kepalang.

“Sial, aku bakal telat nih.” kata Chia sambil bergegas ke kamar mandi. 

“Weee…kapok telat!” ejek Nathan.

“Nathan, kamu ini udah gede, jangan suka usil. Jadi sebagai hukumannya, kamu jemur tuh kasurnya Chia.”

“Tapi, Bu…..” 

“Gak ada tapi-tapian.” tegas Ibu, 

Nathan hanya menghela napas panjang. Sedikit penyesalan terasa pada batinnya. Lain kali kalau bangunin Chia jangan pake air lagi. Bisa berabe sendiri. Next time coba pake petasan aja deh. batin Nathan merencanakan strategi.  

*****

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus Malang

Ayam Gepuk Pak Gembus Malang Sudah dengar belum kalau Ayam Gepuk Pak Gembus buka cabang di Kota Malang? Sebenarnya saya juga baru tahu dari kawan saya yang berada nun jauh di Kota Jakarta. Dia, -sebut saja “Mawar Melati Indah Sekali”, disingkat MMIS- ini sangat merekomendasikan Ayam Gepuk Pak Gembus. Di Kota Jakarta, Jogjakarta dan beberapa daerah lainnya, nama Ayam Gepuk Pak Gembus memang sudah terkenal. Konon kabarnya, nama “Pak Gembus” ini berasal dari nama panggilan sang juragan, Rido Nurul semasa kecilnya. Sedangkan imbuhan “Pak” ditujukan sebagai kata sapaan untuk orang tua di Indonesia. Jadi, terciptalah nama “Ayam Gepuk Pak Gembus”. Nah, berhubung si MMIS ini bercerita dengan menggebu-gebu soal kelezatan rasa pedas Ayam Gepuk Pak Gembus, otomatis saya pun jadi tertarik. Tak butuh waktu lama bagi saya untuk merealisasikan cita-cita saya untuk mencicipi pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus cabang Malang yang berada di daerah Ruko Kalpataru Kav.3, tepatnya di sebel...

Yuk, Mampir ke Bakso Sudi Mampir Malang!

Bakso Sudi Mampir Malang Selain dikenal sebagai kota bunga dan kota pendidikan, Malang juga terkenal dengan berbagai macam kulinernya. Salah satu kuliner yang menjadi ciri khas Kota Malang adalah bakso. Siapa sih yang nggak tergoda dengan cita rasa bakso Malang yang gurih dan lezat? Hampir semua orang pasti setuju kalau bakso Malang memang enak. Nah, kalau kalian pergi ke Malang, jangan lupa untuk meluangkan waktu mencicipi kelezatan baksonya. Tenang saja, hampir di setiap sudut kota Malang terdapat rumah makan, restoran, warung sampai pedagang keliling yang menjual bakso. Jadi, kalian nggak akan kesulitan mencari kuliner khas Malang ini. Salah satu tempat yang   saya rekomendasikan dan sering sekali saya kunjungi adalah Bakso Sudi Mampir Malang. Letaknya berada di Jl.S.Supriadi, Sukun, Kota Malang, tepat di depan jalan raya, sangat mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan. Menu Bakso Sudi Mampir Malang Bakso Sudi Mampir Malang menyediakan berbagai mac...

CHIAAAA!! (bab 21)

Ngomong-ngomong soal voli, dulu pas lagi jalan santai ke kantin, palaku pernah di smash sama salah satu anak voli. kampret tuh bocil, gak sekali dua kali coeg tapi berkali2!! Cemen beraninya nyerang dari belakang. Biar Tuhan yang balas #membekasdihati maaf tracing Haikyuu hehe BAB 21 LOKI DAN KLUB VOLI Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, jam dimulainya ekskul voli. Semua peserta ekskul sudah mengenakan pakaian olahraga masing-masing dan berbaris rapi di lapangan. Mereka sedang bersiap-siap melakukan pemanasan. “Tunggu!!” seru Chia sambil berlari tergopoh-gopoh menuju barisan. Dia berbaris tepat di sebelah Luna. ”Fuihh..... hampir aja telat.” kata Chia lega.             “Dari mana aja, Chi?” tanya Luna ingin tahu. Chia melihat ke Luna dengan ekspresi sedih.”Lun.... dari ruang kesehatan, disuruh bersih-bersih sama ganti kaca....hiks......hiksss......uang jajanku jadi abis buat beli kaca baru.... huaaa..... kejamnya dunia ini......”...