Skip to main content

CHIAAAA!! (bab 21)

Ngomong-ngomong soal voli, dulu pas lagi jalan santai ke kantin, palaku pernah di smash sama salah satu anak voli. kampret tuh bocil, gak sekali dua kali coeg tapi berkali2!! Cemen beraninya nyerang dari belakang. Biar Tuhan yang balas #membekasdihati


maaf tracing Haikyuu hehe


BAB 21 LOKI DAN KLUB VOLI

Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, jam dimulainya ekskul voli. Semua peserta ekskul sudah mengenakan pakaian olahraga masing-masing dan berbaris rapi di lapangan. Mereka sedang bersiap-siap melakukan pemanasan.

“Tunggu!!” seru Chia sambil berlari tergopoh-gopoh menuju barisan. Dia berbaris tepat di sebelah Luna. ”Fuihh..... hampir aja telat.” kata Chia lega.

            “Dari mana aja, Chi?” tanya Luna ingin tahu.

Chia melihat ke Luna dengan ekspresi sedih.”Lun.... dari ruang kesehatan, disuruh bersih-bersih sama ganti kaca....hiks......hiksss......uang jajanku jadi abis buat beli kaca baru.... huaaa..... kejamnya dunia ini......”

“Berisik!” seru Loki dan Alan bersamaan.

“Ehhh??!!” seru Luna, Chia dan Alan bersamaan saat melihat Loki sudah berbaris diantara mereka.

“Ngapain kamu disini?”

“Sejak kapan kamu disini?”

“Katanya cuma mau liat aja?”

Chia, Luna dan Alan memberondong Loki dengan berbagai pertanyaan.

“Abis kalau liat doang ga asyik sih, jadi, sekalian aja ikut latihan. hehehe...” ujar Loki sambil nyengir

“Oh gitu.” ujar Luna tak masalah.

“Bukan ‘oh gitu...’ Lun, dia kan bukan anak SMP Two Hero.” ucap Alan.

“Tenang, Pak Kusno udah ngijinin aku ikut kok.” kata Loki santai.

“Tapi dia tuh sepupunya Alan!” seru Chia.

“Terus kenapa kalau dia sepupuku?” tanya Alan tersinggung.

“Ya...itu artinya dia sama nyebelinnya kayak kamu.”

“Apa kamu bilang?” Alan geram.

“Dia. Sama. Nyebelinnya. Kayak. Kamu!” ulang Chia lagi, kali ini dengan memberi tekanan pada setiap kata yang diucapkannya. Mendengar perkataan Chia, emosi Alan langsung meledak. Mereka berdua saling melotot satu sama lain, memberikan aura membara yang mampu untuk membakar cilok.

“Kalian berdua!!” seru Pak Kusno pada Chia dan Alan, “Tiap latihan voli kerjaannya berantem melulu. Sana lari 3 kali putaran!!” perintah Pak Kusno.

Chia dan Alan dengan enggan mengikuti perintah Pak Kusno, mereka berlari bagaikan dua pembalap motoGP tanpa motor, yang saling selib dan saling tikung, berusaha untuk mendahului satu sama lain. Sedangkan para peserta ekskul yang lain melakukan pemanasan dengan tertib, tenang dan damai.

Sehabis pemanasan, mereka berlatih passing, servis, dan smash. Pada saat berlatih smash, Luna dan Chia malah asyik bernyanyi.

“You know me so well...... Girl i need you..... Girl i love you .... Girl i heart you...” senandung Chia dan Luna bersamaan, lengkap dengan tariannya.  Loki yang tak pernah melihat latihan seperti itu di SMP-nya pun tergiur untuk melakukannya. Dan kini ketiga orang absurd tersebut bersama-sama menyanyi dan menari ala boyband ‘smash’, di saat peserta yang lain sibuk berlatih dengan sungguh-sungguh.

Melihat tingkah Chia tersebut, jiwa iseng Alan muncul apalagi ditambah dengan sikap Chia yang mengoloknya tadi, hal ini tentu saja membulatkan tekad Alan untuk balas dendam. Diarahkannya bola smash-annya ke Chia yang sedang tidak memperhatikan. Namun, tiba-tiba Chia menunduk untuk membenarkan tali sepatunya, otomatis bola yang di-smash Alan tidak mengenainya melainkan mengenai kepala Loki.

“Adoohh” geram Loki kesakitan

“Sorry salah sasaran.” kata Alan nyengir.

Loki yang kesal pun langsung mengambil bola voli tersebut dan men-smash bola itu ke arah Alan, namun berhubung Loki tidak begitu mahir bermain voli, maka bola itu malah mendarat tepat di kepala Chia.

“Addduuuhh!!!” teriak Chia.

“Ehh, sorry ga sengaja.” kata Loki meringis.

Chia menoleh ke arah Loki dengan mata melotot. Dia mengambil bola voli tersebut dan men-smash ke arah Loki, tapi Loki dengan gesit berhasil mengelak, sehingga bola tersebut menghantam wajah Luna yang sedang asyik bernyanyi.

“Aaawww!!” teriak Luna dengan bernada merdu.

“Sorry... Lun...” ucap Chia ketakutan.

“Chiiiiaaaaa!!!!!” seru Luna penuh emosi sambil mengambil bola voli di depannya.

“Tenang....Lun... jangan biarkan kyuubi menguasaimu.” ucap Chia menenangkan Luna yang sudah bersiap men-smash-nya.

“Rasakan ini!!!” seru Luna sambil men-smash Chia yang hendak berlari menjauh dari Luna. Namun, dengan tangkas Chia berhasil menepis bola tersebut sehingga bola tersebut memantul dan mengenai Ricky yang sedang berlatih. Karena tak terima, Ricky pun hendak membalas smash-an Luna, namun malah mengenai orang lain. Dan kejadian ini berulang terus, sampai seisi lapangan tersebut  saling smash satu sama lain, tak mempedulikan Pak Kusno yang berdiri di tengah lapangan sambil main priwitan mencoba menghentikan kegaduhan ini.

Loki dan Alan yang melihat kejadian itu hanya bisa melongo. Walau sesekali kepala mereka terkena bola nyasar. Loki terlihat tak percaya dengan pemandangan di depannya, dimana para peserta voli saling smash dengan brutalnya.

“Selamat datang di SMP Two Hero.” ujar Alan sambil menyeringai.

 

*****




Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus Malang

Ayam Gepuk Pak Gembus Malang Sudah dengar belum kalau Ayam Gepuk Pak Gembus buka cabang di Kota Malang? Sebenarnya saya juga baru tahu dari kawan saya yang berada nun jauh di Kota Jakarta. Dia, -sebut saja “Mawar Melati Indah Sekali”, disingkat MMIS- ini sangat merekomendasikan Ayam Gepuk Pak Gembus. Di Kota Jakarta, Jogjakarta dan beberapa daerah lainnya, nama Ayam Gepuk Pak Gembus memang sudah terkenal. Konon kabarnya, nama “Pak Gembus” ini berasal dari nama panggilan sang juragan, Rido Nurul semasa kecilnya. Sedangkan imbuhan “Pak” ditujukan sebagai kata sapaan untuk orang tua di Indonesia. Jadi, terciptalah nama “Ayam Gepuk Pak Gembus”. Nah, berhubung si MMIS ini bercerita dengan menggebu-gebu soal kelezatan rasa pedas Ayam Gepuk Pak Gembus, otomatis saya pun jadi tertarik. Tak butuh waktu lama bagi saya untuk merealisasikan cita-cita saya untuk mencicipi pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus cabang Malang yang berada di daerah Ruko Kalpataru Kav.3, tepatnya di sebel...

Yuk, Mampir ke Bakso Sudi Mampir Malang!

Bakso Sudi Mampir Malang Selain dikenal sebagai kota bunga dan kota pendidikan, Malang juga terkenal dengan berbagai macam kulinernya. Salah satu kuliner yang menjadi ciri khas Kota Malang adalah bakso. Siapa sih yang nggak tergoda dengan cita rasa bakso Malang yang gurih dan lezat? Hampir semua orang pasti setuju kalau bakso Malang memang enak. Nah, kalau kalian pergi ke Malang, jangan lupa untuk meluangkan waktu mencicipi kelezatan baksonya. Tenang saja, hampir di setiap sudut kota Malang terdapat rumah makan, restoran, warung sampai pedagang keliling yang menjual bakso. Jadi, kalian nggak akan kesulitan mencari kuliner khas Malang ini. Salah satu tempat yang   saya rekomendasikan dan sering sekali saya kunjungi adalah Bakso Sudi Mampir Malang. Letaknya berada di Jl.S.Supriadi, Sukun, Kota Malang, tepat di depan jalan raya, sangat mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan. Menu Bakso Sudi Mampir Malang Bakso Sudi Mampir Malang menyediakan berbagai mac...