Skip to main content

CHIAAAA!! (bab 17)

makan makanan apa yang enak? Yup, makan gratis!!!



Bab 17. Program Makan Malam Gratis ala Chia   


Suatu  malam di hari yang cerah. Bintang-bintang berhamburan menghiasi langit gelap di angkasa. Bulan memantulkan kilau cahaya matahari menuju bumi. Sepoi angin malam menderu rerumputan, membuat mereka bergoyang senada dengan kibasan udara. Sayup-sayup suara jangkrik bersatu dengan irama beberapa kendaraan yang lalu lalang. Malam ini, terasa begitu indah dan menenangkan.

Tapi tidak bagi Ronald yang sedang menikmati pizza dan secangkir espresso di salah satu cafe. Keindahan dan ketenangan malam itu terusik saat dia melihat keluar jendela yang berada tepat di sampingnya.

Sesosok makhluk berambut bob acak-acakan yang mengenakan jumper kebesaran dan celana training ¾, tengah memandang cowok berambut curly tersebut dari balik kaca jendela. Wajahnya yang bulat dan bibirnya yang tipis menempel di atas kaca. Sepasang mata hitamnya yang jernih tertuju pada sepotong pizza yang ada di piring cowok bertampang Indo tersebut.

Hmmm.... anak ini lagi....abaikan....abaikan....abaikan....., batin cowok berseragam sekolah tersebut mengalihkan pandangannya dan menyeruput espresso-nya.

Tiba-tiba dari arah jendela terdengar sebuah ketukan yang semakin lama semakin keras. Sehingga mau tak mau membuat Ronald menoleh ke arah suara tersebut. Dilihatnya gadis itu, yang tak lain adalah Chia sedang mengetuk-ketuk jendela sembari menggaruk-garuk  kaca jendela tersebut.

“Sasukeee..... Sasuuuukeeeee.... Sasuuukeeeeeeeee.........” panggil Chia terdengar samar-samar dari dalam cafe.

Beberapa orang yang berjalan di sekitar cafe memandang aneh ke arah Chia lalu mengalihkan pandangan mereka ke arah Ronald seraya berbisik. Melihat pandangan aneh orang-orang terhadapnya, membuat Ronald dengan terpaksa menyuruh cewek bersendal jepit itu untuk masuk ke dalam cafe. Hal ini ditanggapi dengan senyuman lebar Chia yang kemudian bergegas masuk ke dalam cafe.

“Waaah gak nyangka bisa ketemu Sasuke disini.” ujar Chia senang seraya duduk di depan Ronald.

“Aku juga gak nyangka bakal ketemu kamu disini.” ucap Ronald sedih.

“Sasuke..... boleh gak aku makan pizza-mu?” tanya Chia penuh harapan.

“Terserah.” jawab Ronald dengan malas.

“Sank you!” kata Chia senang sambil melahap sepotong pizza dari piring Ronald.

“Tumben gak bareng ma Luna.”

“Eeemmmbbhhh... ddiiieemmmbbhhh...laggeeemmmbbhhh....” jawab Chia dengan mulut penuh dengan pizza.

“Telen dulu, baru ngomong.”

 Chia menganguk.

“Dia lagi ada les, jadi gak bisa main.” jawab Chia setelah menelan Pizza-nya. “Kenapa nanyain Luna, kangen yaaa....” goda Chia sambil terkikik-kikik.

“Nggak.” jawab Ronald mengalihkan pandangannya dari Chia.”Cuma penasaran aja, kalian berdua kan selalu bersama.”

“Betul sekali katamu. Kita berdua emang seperti pinang dibelah dua. Sama-sama cantik, dewasa dan pintar.”

“Bukan itu maksudku...”

“Sasukeeee....... boleh gak aku pesen lagi? Perutku dangdutan gara-gara belum makan malam.”

“Terserah. Duit-duitmu.”

Chia menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Pakai duitmu.....”

“Hah?”

“Iya, duitku habis buat beli komik. Sekarang aku kelaparan, tapi aku gak punya duit. Hanya kamulah satu-satunya yang bisa menyelamatkanku dari rasa lapar ini.” kata Chia dengan nada memelas. “Yaa..... Sasukeee....pleaseee....” kata Chia dengan tatapan ala puppy's eyes namun lebih mirip tatapan orang yang sedang kebelet poop. Hal ini membuat Ronald eneg.

“Terserah kamu dah.”

“Hurraayy... sank you, Sasukeee....”

Chia pun memanggil pelayan dan memesan beberapa jenis makanan, mulai dari spagetti, lasagna, ice chocholate dan banana split. Ronald hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Chia.

“Apa kamu selalu minta traktir sama orang-orang yang kamu temuin?” tanya Ronald ke Chia setelah pelayan tersebut pergi.

“Nggaklah. Paling cuma ke kamu sama Luna doang. Kita kan teman....” jawab Chia tersenyum lebar, membuat Ronald sepet. “Oh ya, kenapa kamu masih pake seragam?”

“Bukan urusanmu.”

“Habis kena hukum ya, jadi pulang malam-malam...”

“Emang kamu...”

“Atau habis ikut ekskul? Tapi kalo habis ikut ekskul, masa jam 8 malam gini baru pulang. Emang orang tuamu gak nyariin?”

“Bukan urusanmu.”

“Kalo aku belum pulang sampai jam segini dan masih pakai seragam, pasti ibuku bakal ngomel-ngomel. Emang Sasuke ntar gak diomeli sama ibumu?”

“Kamu sendiri keluyuran malem-malem gini, apa gak bakal diomelin ibumu?”

“Nggak. Kan tadi udah pamit.” jawab Chia, lalu dia menghela napas panjang. “Sasuke, semestinya kamu mencontohku sebagai Kakashi-Sensei, jadi, harusnya kamu pulang dulu baru main. Kan aku, selaku gurumu juga yang bakal repot kalau orangtuamu sampai kuatir. Ingat, peraturan itu dibuat bukan untuk dilanggar. Seharusnya kamu menaati peraturan yang ada.” nasehat Chia.

“Bukannya kamu yang selalu ngelanggar aturan..”

“Waahh.... makanannya udah dateng!” seru Chia senang sampai tak menghiraukan perkataan Ronald.

Makanan dan minuman pesanan Chia sudah berjajar rapi di atas meja. Chia memandangi satu per satu pesanannya tersebut dengan mata berbinar-binar.

“Kamu yakin bisa menghabiskan semuanya?”

“Tenang aja, aku kan punya perut seperti karet. Semuanya pasti muat diperutku.”

“Itu bukan hal yang pantas untuk dibanggakan.”

“Selamat makaaaaaannn!!!!” seru Chia sambil melahap spagetti di depannya dengan lahap. “Shhaaasshhhuukeeehhh... spppaggghhheeetthiii...... nyaammmm......emmmbbnnaaakkk.....” ujar Chia dengan mulut penuh makanan.

“Udah dibilangin telen dulu, baru ngomong.”

Tak sampai 5 menit, Chia sudah menghabiskan spagettinya. Dengan wajah belepotan saos, Chia langsung beralih ke makanan selanjutnya, Lasagna. Diambilnya sesendok lasagna dan dimakannya.

“Enaaakkk!!!” seru Chia dengan mata berbinar. “Cobain deh, Sasuke.” kata Chia sambil mencoba menyuapkan sesendok lasagna ke arah Ronald.

“Ogah!” kata Ronald menjauhi sendok Chia.

“Sayang banget padahal enak banget.” kata Chia sambil melahap dengan ganas Lasagna di depannya. 

Nih anak laper apa rakus?Bisa-bisa nafsu makanku selama sebulan bakal hilang gara-gara ngelihat dia makan. batin Ronald setengah jijik melihat kelakuan Chia.

Selesai memakan Lasagna, Chia pun menyeruput minumannya dan mulai beralih ke banana split. Dalam sekejab, banana split itu lenyap seketika masuk ke dalam perut Chia.

“Perutmu benar-benar kayak karet ya...”

“Terima kasih, Sasuke.....”

“Itu bukan pujian!”

“Ahhhh..... kenyangnya.... trim’s ya Sasukee.....”

“Wajahmu belepotan tuh.”

“Ohh...” kata Chia sembari mengambil tisu dan mengelap daerah mulutnya.

“Tuh, masih ada sisa saos ma es krim di pipi, jidat sama hidungmu.” ujar Ronald sambil menunjuk ke wajah Chia. “Kamu tuh makan apa cuci muka pakai makanan, sih?” tanya Ronald heran dengan banyaknya belepotan di wajah Chia.

“Sasuke....ohhh.... Sasukeee.......” kata Chia sambil mengelap wajahnya dengan cepat sampai bersih dari segala noda. “Hidup itu memang kadang belepotan makanan, jadi hal sederhana seperti ini tidak perlu diambil pusing, iya kan, Sasuke?”

“Sasuke, Sasuke, Sasuke..... jangan memanggilku dengan nama itu!” seru Ronald sembari mengetuk pelan dahi Chia dengan ujung jari telunjuknya.

Sejenak kedua pasang mata ini saling menatap satu sama lain. Dan tanpa disangka oleh Ronald, tiba-tiba Chia mengerang kesakitan.

“Aaaarrrrggghhhh.......tolong!!! Voldemort menyentuh bekas lukaku!!!!” seru Chia berakting kesakitan. Ronald hanya melongo dan melepas tangannya dari dahi Chia.

“Vol.... de...... mort......” geram Ronald.

“Katanya gak boleh manggil Sasuke lagi. Jadi, mulai sekarang aku akan memanggilmu Voldemort, si penyihir hitam. Trus aku jadi Harry Potter-nya ”

Ronald mendengus kesal dan menyentuh dahi Chia lagi, kali ini dengan penuh tekanan emosi.

“Arrggghhhh....sakit.....” jerit Chia lagi.

Ronald melepaskan tangannya dari dahi Chia sehingga membuat Chia berhenti menjerit. Lalu dengan wajah menyeringai Ronald kembali menyentuh dahi Chia, dan Chia pun kembali berteriak. Ronald melepasnya lagi. Chia berhenti berteriak. Ronald menyentuhnya lagi. Chia berteriak lagi...... dan begitu seterusnya sampai kiamat.

 

*****


Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus Malang

Ayam Gepuk Pak Gembus Malang Sudah dengar belum kalau Ayam Gepuk Pak Gembus buka cabang di Kota Malang? Sebenarnya saya juga baru tahu dari kawan saya yang berada nun jauh di Kota Jakarta. Dia, -sebut saja “Mawar Melati Indah Sekali”, disingkat MMIS- ini sangat merekomendasikan Ayam Gepuk Pak Gembus. Di Kota Jakarta, Jogjakarta dan beberapa daerah lainnya, nama Ayam Gepuk Pak Gembus memang sudah terkenal. Konon kabarnya, nama “Pak Gembus” ini berasal dari nama panggilan sang juragan, Rido Nurul semasa kecilnya. Sedangkan imbuhan “Pak” ditujukan sebagai kata sapaan untuk orang tua di Indonesia. Jadi, terciptalah nama “Ayam Gepuk Pak Gembus”. Nah, berhubung si MMIS ini bercerita dengan menggebu-gebu soal kelezatan rasa pedas Ayam Gepuk Pak Gembus, otomatis saya pun jadi tertarik. Tak butuh waktu lama bagi saya untuk merealisasikan cita-cita saya untuk mencicipi pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus cabang Malang yang berada di daerah Ruko Kalpataru Kav.3, tepatnya di sebel...

Yuk, Mampir ke Bakso Sudi Mampir Malang!

Bakso Sudi Mampir Malang Selain dikenal sebagai kota bunga dan kota pendidikan, Malang juga terkenal dengan berbagai macam kulinernya. Salah satu kuliner yang menjadi ciri khas Kota Malang adalah bakso. Siapa sih yang nggak tergoda dengan cita rasa bakso Malang yang gurih dan lezat? Hampir semua orang pasti setuju kalau bakso Malang memang enak. Nah, kalau kalian pergi ke Malang, jangan lupa untuk meluangkan waktu mencicipi kelezatan baksonya. Tenang saja, hampir di setiap sudut kota Malang terdapat rumah makan, restoran, warung sampai pedagang keliling yang menjual bakso. Jadi, kalian nggak akan kesulitan mencari kuliner khas Malang ini. Salah satu tempat yang   saya rekomendasikan dan sering sekali saya kunjungi adalah Bakso Sudi Mampir Malang. Letaknya berada di Jl.S.Supriadi, Sukun, Kota Malang, tepat di depan jalan raya, sangat mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan. Menu Bakso Sudi Mampir Malang Bakso Sudi Mampir Malang menyediakan berbagai mac...

CHIAAAA!! (bab 21)

Ngomong-ngomong soal voli, dulu pas lagi jalan santai ke kantin, palaku pernah di smash sama salah satu anak voli. kampret tuh bocil, gak sekali dua kali coeg tapi berkali2!! Cemen beraninya nyerang dari belakang. Biar Tuhan yang balas #membekasdihati maaf tracing Haikyuu hehe BAB 21 LOKI DAN KLUB VOLI Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, jam dimulainya ekskul voli. Semua peserta ekskul sudah mengenakan pakaian olahraga masing-masing dan berbaris rapi di lapangan. Mereka sedang bersiap-siap melakukan pemanasan. “Tunggu!!” seru Chia sambil berlari tergopoh-gopoh menuju barisan. Dia berbaris tepat di sebelah Luna. ”Fuihh..... hampir aja telat.” kata Chia lega.             “Dari mana aja, Chi?” tanya Luna ingin tahu. Chia melihat ke Luna dengan ekspresi sedih.”Lun.... dari ruang kesehatan, disuruh bersih-bersih sama ganti kaca....hiks......hiksss......uang jajanku jadi abis buat beli kaca baru.... huaaa..... kejamnya dunia ini......”...