Skip to main content

Mengakhiri ̶2̶0̶2̶3̶ 2024 dengan ̶m̶e̶l̶u̶k̶i̶s̶ menge-bricks

 

Yo, I'm back!! 

Sebelumnya saya mau mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2025, semoga kita selalu dipenuhi dengan berkat, kasih, kebahagian dan kesehatan dimanapun kita berada. Amen.

 

Loh, de ja vu!!



REKAP TAHUN 2024

 

Okay, langsung aja ke rekap tahun 2024,

 

Whhooohhh banyak nangis, mengumpat dan depresi… but there's a light at the end of the tunnel. Di balik tangis dan airmata, di tahun 2024 saya sudah bertemu banyak orang yang baik, orang-orang baru yang baik terutama saat di rumah sakit, orang-orang yang mau membantu saya di banyak hal walaupun kita tidak kenal satu sama lain.

 

Berhubung saya tidak bisa membalas kebaikan kalian, semoga segala kebaikan yang kalian berikan dan lakukan kepadaku ataupun ke orang lain akan mengundang banyak kebaikan, rejeki dan kesehatan bagi kalian semua. Amen.

 

Selama beberapa bulan di Rumah Sakit sebagai caregiver, saya belajar jika ingin membantu orang lain, kalau memungkinkan… bantulah saat itu juga karena kita tidak tahu apakah besok kita masih bisa bertemu dengan mereka atau tidak. Seperti kata The Cure dalam lirik Cut Here, “In a minute sometime soon, maybe next time, make it June, until later doesn't always come…”

 


Dan special buat “seseorang” di rumah sakit yang sudah menjadi oase, yang menjadi distraksi dari kesedihan, terimakasih kehadiran dan kebaikanmu saat itu akan selalu kuingat. Semoga kamu dan mama kamu sehat selalu, bahagia, berlimpah rezeki dan bertemu dengan orang-orang baik lainnya. Amen.

 

FOKUS 2025... (?)

Nah, kalau di blog tahun lalu saya menulis tentang melukis, dan jujurly -wkwkwk jujurly, so 2024 gak sieh- dengan melukis atau menggambar kita bisa memanifest sesuatu, seperti kata Mori Senpai dari Blue Period, “…do you know the origin of art? There are several theories, but one of them is to serve as a prayer.” Jika kata-kata tidak bisa menggambarkan perasaanmu, maka gambarlah walau hasilnya kayak gambar abstrak gak jelas, yang penting emosinya dapat wkwkwkkw



 


Nah, kalau di awal tahun saya sering bikin sketsa karena gabut menunggu di rumah sakit, di akhir tahun ini, saya lebih sering merakit bricks atau nano blocks, karena lego harganya mihil yi … kenapa saya tertarik dengan bricks? Pasti banyak yang tidak penasaran, tapi saya kasih tahu aja jawabannya walau gak ada yang peduli, hal ini karena banyak yang posting hasil rakitan bricks mereka di twitter, saya kan jadi iri dengki dan ikut2an alias fomo hehe

 

Awalnya sih gak ngerti cara rakitnya, tapi berkat UNYU, UNiversitas YUtube, akhirnya saya mengerti caranya dan ternyata gampil coyyy…. Dan hasilnya juga unyu unyu gemoooyyy….

 


 

Udahlah gitu aja kali, gak tau mo nulis apalagi, dah males tulis-menulis mo pindah haluan ke rakit-merakit, siapa tahu kelak aku bisa merakit masa depan…. sama siapa yha…? Banyak nih gebetanku sekarang sampai bingung sendiri…  soalnya gak ada yang mau sama aku wwkkkkk

 

 

Okaylah segitu aja blog kali ini, sekali lagi saya mengucapkan selamat tahun baru 2025 semoga kita semua dilimpahkan berkat, kasih, kesehatan, kesembuhan bagi yang sakit, rezeki yang berlimpah dan ketenangan hati. Amen.

 

Spesial lagu penutup tahun 2024 yang lagi booming “cari suara lo!!” siipp bang Bas.




Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus Malang

Ayam Gepuk Pak Gembus Malang Sudah dengar belum kalau Ayam Gepuk Pak Gembus buka cabang di Kota Malang? Sebenarnya saya juga baru tahu dari kawan saya yang berada nun jauh di Kota Jakarta. Dia, -sebut saja “Mawar Melati Indah Sekali”, disingkat MMIS- ini sangat merekomendasikan Ayam Gepuk Pak Gembus. Di Kota Jakarta, Jogjakarta dan beberapa daerah lainnya, nama Ayam Gepuk Pak Gembus memang sudah terkenal. Konon kabarnya, nama “Pak Gembus” ini berasal dari nama panggilan sang juragan, Rido Nurul semasa kecilnya. Sedangkan imbuhan “Pak” ditujukan sebagai kata sapaan untuk orang tua di Indonesia. Jadi, terciptalah nama “Ayam Gepuk Pak Gembus”. Nah, berhubung si MMIS ini bercerita dengan menggebu-gebu soal kelezatan rasa pedas Ayam Gepuk Pak Gembus, otomatis saya pun jadi tertarik. Tak butuh waktu lama bagi saya untuk merealisasikan cita-cita saya untuk mencicipi pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus cabang Malang yang berada di daerah Ruko Kalpataru Kav.3, tepatnya di sebel...

Yuk, Mampir ke Bakso Sudi Mampir Malang!

Bakso Sudi Mampir Malang Selain dikenal sebagai kota bunga dan kota pendidikan, Malang juga terkenal dengan berbagai macam kulinernya. Salah satu kuliner yang menjadi ciri khas Kota Malang adalah bakso. Siapa sih yang nggak tergoda dengan cita rasa bakso Malang yang gurih dan lezat? Hampir semua orang pasti setuju kalau bakso Malang memang enak. Nah, kalau kalian pergi ke Malang, jangan lupa untuk meluangkan waktu mencicipi kelezatan baksonya. Tenang saja, hampir di setiap sudut kota Malang terdapat rumah makan, restoran, warung sampai pedagang keliling yang menjual bakso. Jadi, kalian nggak akan kesulitan mencari kuliner khas Malang ini. Salah satu tempat yang   saya rekomendasikan dan sering sekali saya kunjungi adalah Bakso Sudi Mampir Malang. Letaknya berada di Jl.S.Supriadi, Sukun, Kota Malang, tepat di depan jalan raya, sangat mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan. Menu Bakso Sudi Mampir Malang Bakso Sudi Mampir Malang menyediakan berbagai mac...

CHIAAAA!! (bab 21)

Ngomong-ngomong soal voli, dulu pas lagi jalan santai ke kantin, palaku pernah di smash sama salah satu anak voli. kampret tuh bocil, gak sekali dua kali coeg tapi berkali2!! Cemen beraninya nyerang dari belakang. Biar Tuhan yang balas #membekasdihati maaf tracing Haikyuu hehe BAB 21 LOKI DAN KLUB VOLI Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, jam dimulainya ekskul voli. Semua peserta ekskul sudah mengenakan pakaian olahraga masing-masing dan berbaris rapi di lapangan. Mereka sedang bersiap-siap melakukan pemanasan. “Tunggu!!” seru Chia sambil berlari tergopoh-gopoh menuju barisan. Dia berbaris tepat di sebelah Luna. ”Fuihh..... hampir aja telat.” kata Chia lega.             “Dari mana aja, Chi?” tanya Luna ingin tahu. Chia melihat ke Luna dengan ekspresi sedih.”Lun.... dari ruang kesehatan, disuruh bersih-bersih sama ganti kaca....hiks......hiksss......uang jajanku jadi abis buat beli kaca baru.... huaaa..... kejamnya dunia ini......”...