Skip to main content

Lawan Orang-orang Toxic dengan Toxic Positivity

 

Siapa sih yang betah berada di lingkungan toxic alias “beracun”?    

    Selain menguras energi, dikelilingi orang-orang toxic juga sangat menyiksa jiwa dan raga. Yang dimaksud dengan toxic di sini adalah sifat, tindakan dan perkataan yang dapat menyakiti hati orang lain, seperti suka menuduh tanpa bukti, sering playing victim (berperan sebagai korban) dan selalu berpandangan negatif terhadap segala hal ataupun berpikiran terlalu positif hingga melupakan realita yang ada.

    Orang toxic sering diibaratkan sebagai racun yang membunuh secara perlahan. Saking berbahayanya, terlalu lama berada di lingkungan toxic bukan hanya menyebabkan sakit hati tapi juga menimbulkan berbagai penyakit seperti serangan panik, depresi, insomnia, hipertensi, dan bisa melemahkan daya tahan tubuh.

toxic people be like: 

    Jika kalian berniat untuk mengubah sifat “toxic” mereka, lebih baik segera urungkan saja niat tersebut, karena mengubah kepribadian atau karakter seseorang tidaklah mudah, bisa dipastikan kalau orang-orang toxic ini bakal kolot, nyolot dan susah diubah. Walaupun masih ada kemungkinan, namun jangan terlalu berharap, kecuali... kalau kalian benar-benar tipe orang yang sabar dan menguasai teknik hipnotis. Who knows?

    Kita kerap menjumpai orang toxic dimana pun dan kapan pun, mulai dari orang tidak dikenal, keluarga, teman, rekan kerja, atau pasangan. Sebenarnya salah satu cara yang tepat untuk menghindari orang-orang ‘beracun’ ini adalah dengan menjauhi dan mengurangi interaksi dengan mereka. Mudah, simple, dan to the point!

  Tapi... tentu saja melakukan hal tersebut tidak semudah mengatakannya. Terkadang situasi memaksa kita untuk terus berada di sekitar mereka, seperti rekan kerja, keluarga atau pasangan. Jadi, jika kalian terjebak dengan orang toxic dan sulit menghindari mereka, mungkin kalian bisa mencoba menjadi toxic juga, yaitu dengan toxic positivity.

    Mengadaptasi rumus matematika, bilangan negatif dikali bilangan negatif hasilnya positif, maka toxic dikali toxic hasilnya “toxic positivity”. Genius! Nah, kira-kira apa itu toxic positivity? Toxic positivity adalah asumsi atau pandangan bahwa kita harus melihat segala hal dari sisi baiknya saja dan mengabaikan sisi negatifnya hingga melupakan realita yang ada, dengan kata lain, positive vibes only.

smart 

Nah, berikut ini beberapa toxic positivity untuk mengatasi orang-orang toxic:

1.      Mendapatkan pengalaman hidup dan inspirasi untuk menulis

Nikmati saja karena mungkin kelak pengalaman hidup kalian di lingkungan toxic bisa membuat kalian menjadi penulis hebat yang dapat mengubah air mata menjadi koleksi air jordan. Ingat, bersakit-sakit hati dahulu, meraup untung kemudian.


2.      Jangan mau dimanfaatkan, tapi justru manfaatkan orang toxic

Toxic people akan menyadarkan kalian bahwa beberapa orang hanya ingin memanfaatkan kebaikan kalian. Tapi tenang, ada pepatah mengatakan, “jadilah orang tak berguna agar tidak dimanfaatkan.” dan pepatah ini terbukti benar, karena saya sudah mempraktekkannya sendiri.

Dengan menjadi tidak berguna, justru kalianlah yang akan memanfaatkan orang-orang toxic di sekitar kalian, dan perlahan demi perlahan mereka pun akan menjauhi kalian. Sayangnya,  terkadang orang-orang yang tidak toxic juga ikut menjauhi kalian soalnya kalian dianggap toxic hehe... yah, namanya juga pengorbanan.

 

3.      Punya akses untuk berinteraksi dengan Drama Queen

Bukan rahasia lagi kalau beberapa orang toxic suka menciptakan drama, misalnya ketika keadaan sedang tentram dan damai, tiba-tiba mereka malah sibuk mencari kesalahan orang lain hingga menyebabkan keributan.

Mungkin dalam batin mereka, “Aduh, suasana ini terlalu damai, aku benci kedamaian ini. Aku harus berbuat sesuatu! Baiklah, saatnya aku menciptakan drama agar lebih rame, biar mengaduh sampai gaduh.”. Dan akhirnya drama mereka pun dimulai, Action!.

Eits, tapi jangan salah, sifat toxic dalam menciptakan drama ini memerlukan imajinasi tinggi namun minim logika. Jadi, jika kalian mendapati tipe orang toxic yang seperti ini, lebih baik ajak dia untuk masuk ke klub drama, agar bakat terpendamnya bisa tersalurkan secara tepat dan bermanfaat. Lumayan, mereka dapat uang, kalian pun bisa lepas dari belenggu mereka. Win-win solution.

 

4.      Kecerdasan meningkat seiring dengan mental yang jatuh

Semakin sering kalian menghabiskan waktu dengan orang-orang toxic, kalian akan semakin cerdas dalam mengatur strategi dan memahami pola ke-toxic-an mereka. Jangan sia-siakan kecerdasan ini, gunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat seperti ikut pertandingan catur, membuat plot cerita detective, atau bikin Start-up.

 

5.      Menjadi lebih toxic sebagai bentuk balas dendam

Mungkin dengan hidup di lingkungan toxic, perlahan demi perlahan kalian juga akan menjadi toxic, lalu pada akhirnya kalian bisa balas dendam dengan menjadi orang yang lebih toxic dari orang toxic di sekitar kalian. Maka jadilah toxic kuadrat. Dan akhirnya dunia pun akan dipenuhi dengan orang-orang toxic, dan saat itulah kata toxic sudah tidak bermakna dan dihapuskan.

 

    Itulah beberapa cara (yang kurang berguna) dalam menghadapi orang-orang toxic dengan menjadi toxic positivity. Namun, saya sarankan, kalau memungkinkan, lebih baik hindari saja orang-orang toxic, karena sepandai-pandainya kita berpikiran positif terhadap kelakuan toxic mereka, pada akhirnya kita sendiri yang bakal kena mental. 

be wise, guys

    Ingat sayangi kesehatan mental dan tubuhmu. Semoga di tahun 2024 ini kita bisa terlepas dari orang-orang toxic tanpa perlu menjadi toxic juga.

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus Malang

Ayam Gepuk Pak Gembus Malang Sudah dengar belum kalau Ayam Gepuk Pak Gembus buka cabang di Kota Malang? Sebenarnya saya juga baru tahu dari kawan saya yang berada nun jauh di Kota Jakarta. Dia, -sebut saja “Mawar Melati Indah Sekali”, disingkat MMIS- ini sangat merekomendasikan Ayam Gepuk Pak Gembus. Di Kota Jakarta, Jogjakarta dan beberapa daerah lainnya, nama Ayam Gepuk Pak Gembus memang sudah terkenal. Konon kabarnya, nama “Pak Gembus” ini berasal dari nama panggilan sang juragan, Rido Nurul semasa kecilnya. Sedangkan imbuhan “Pak” ditujukan sebagai kata sapaan untuk orang tua di Indonesia. Jadi, terciptalah nama “Ayam Gepuk Pak Gembus”. Nah, berhubung si MMIS ini bercerita dengan menggebu-gebu soal kelezatan rasa pedas Ayam Gepuk Pak Gembus, otomatis saya pun jadi tertarik. Tak butuh waktu lama bagi saya untuk merealisasikan cita-cita saya untuk mencicipi pedasnya Ayam Gepuk Pak Gembus cabang Malang yang berada di daerah Ruko Kalpataru Kav.3, tepatnya di sebel...

Yuk, Mampir ke Bakso Sudi Mampir Malang!

Bakso Sudi Mampir Malang Selain dikenal sebagai kota bunga dan kota pendidikan, Malang juga terkenal dengan berbagai macam kulinernya. Salah satu kuliner yang menjadi ciri khas Kota Malang adalah bakso. Siapa sih yang nggak tergoda dengan cita rasa bakso Malang yang gurih dan lezat? Hampir semua orang pasti setuju kalau bakso Malang memang enak. Nah, kalau kalian pergi ke Malang, jangan lupa untuk meluangkan waktu mencicipi kelezatan baksonya. Tenang saja, hampir di setiap sudut kota Malang terdapat rumah makan, restoran, warung sampai pedagang keliling yang menjual bakso. Jadi, kalian nggak akan kesulitan mencari kuliner khas Malang ini. Salah satu tempat yang   saya rekomendasikan dan sering sekali saya kunjungi adalah Bakso Sudi Mampir Malang. Letaknya berada di Jl.S.Supriadi, Sukun, Kota Malang, tepat di depan jalan raya, sangat mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan. Menu Bakso Sudi Mampir Malang Bakso Sudi Mampir Malang menyediakan berbagai mac...

CHIAAAA!! (bab 21)

Ngomong-ngomong soal voli, dulu pas lagi jalan santai ke kantin, palaku pernah di smash sama salah satu anak voli. kampret tuh bocil, gak sekali dua kali coeg tapi berkali2!! Cemen beraninya nyerang dari belakang. Biar Tuhan yang balas #membekasdihati maaf tracing Haikyuu hehe BAB 21 LOKI DAN KLUB VOLI Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, jam dimulainya ekskul voli. Semua peserta ekskul sudah mengenakan pakaian olahraga masing-masing dan berbaris rapi di lapangan. Mereka sedang bersiap-siap melakukan pemanasan. “Tunggu!!” seru Chia sambil berlari tergopoh-gopoh menuju barisan. Dia berbaris tepat di sebelah Luna. ”Fuihh..... hampir aja telat.” kata Chia lega.             “Dari mana aja, Chi?” tanya Luna ingin tahu. Chia melihat ke Luna dengan ekspresi sedih.”Lun.... dari ruang kesehatan, disuruh bersih-bersih sama ganti kaca....hiks......hiksss......uang jajanku jadi abis buat beli kaca baru.... huaaa..... kejamnya dunia ini......”...