Yo, I'm back!!
Sebelumnya saya mau mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2024, semoga kita selalu dipenuhi dengan berkat, kasih, kebahagian dan kesehatan dimanapun kita berada.
| mixed media painting |
Wah, tidak terasa ya… terakhir saya nge-blog tahun 2019 (hmmm cukup produktif sekali hehe). Empat tahun berlalu melalui suka dan duka (banyakan dukanya bjiir), empat tahun berlalu tanpa perkembangan, jangankan jalan di tempat, yang ada malah mengalami kemunduran. Yah, namanya juga hidup, kadang di bawah, kadang nyungsep ke jurang hehe..
Waktu berlalu begitu lama, saking lamanya sampai saya lupa gimana caranya nulis, bahkan untuk sekadar nulis blog saja rasanya berat banget. Mungkin ini yang dinamakan "losing touch" alias kehilangan sentuhan dalam menulis. Seperti kata orang, kalau kemampuan tidak diasah, maka perlahan demi perlahan otak kita akan lupa dengan kemampuan tersebut sehingga mau tak mau kita harus memulai lagi dari nol.
Tapi bukankah dalam hidup ini, semuanya hanya sementara dan tak ada yang kekal? Jadi coba dinikmati saja prosesnya walaupun itu tak menyenangkan, sangat tidak menyenangkan.
![]() |
| source meme twitter |
Untuk blog pertama dan mungkin yang terakhir… di tahun 2023 ini, saya hanya akan bicara hal random, soalnya malas mikir huehehe... Saya juga gak tahu mau dibawa kemana blog ini? Mungkin saya akan bicara soal hobi yang saya senangi saat ini yaitu melukis.
Melukis sebagai Tsunami Nostalgia
Dulu saya memang suka menggambar, karena saya ingin menjadi seorang mangaka seperti Kiyohiko Azuma, pengarang Yotsubato. Tapi berhubung saya sadar akan kemampuan menggambar saya yang sangat amat di bawah standar, maka lebih baik saya mencari hobi lain saja huehehe…
![]() |
| Yotsuba& by Kiyohiko Azuma |
Namun setelah membaca manga Blue Period part Mori-senpai dan menonton Music Video dari Yoasobi-Gunjou, tiba-tiba saya ingin menggambar lagi, tepatnya melukis. Terakhir kali saya melukis dengan cat dan kanvas adalah ketika saya masih SMA.
Menghirup aroma tajam cat akrilik, cat minyak dan linseed oil, mengingatkan saya akan nostalgia era SMP dan SMA. Era dimana saya masih bisa bermain dan berkumpul bersama dengan banyak teman (kalau sekarang mah sudah sepi, sendiri, dah pada kawin semua wkwkwkk). Bahkan saya sempat melukis gebetan SMA saya dengan penuh cinta, sayangnya belum sempat dia melihat lukisan masterpiece saya, dia sudah pergi... (alias lulus, bukan meninggal lho). Namanya juga bukan jodoh hahahahahahaha
![]() |
| art as a form of prayer (blue period) |
Melukis dengan Cat Acrylic
Awal melukis, saya mencoba menggunakan cat acrylic karena harganya lebih murah dibandingkan cat minyak, apalagi kalau untuk sekadar coba-coba saja, tak perlulah mengeluarkan banyak uang (menurut saya sih).
Cat acrylic merupakan water-based atau larut dalam air, sehingga untuk mencampur warna ataupun membersihkan kuas lukis hanya memerlukan air saja. Bukan hanya itu saja, cat acrylic juga lebih aman dipakai alias tidak se-toksik cat minyak (namun walaupun begitu, tetap pastikan ada ventilasi udara ketika melukis dengan cat acrylic dan pastikan jangan di-cemilin ataupun diminum cat-nya ya hehe).
Nah, murah dan mudah, cat acrylic memang sangat cocok untuk pemula!
![]() |
| palette plastik untuk cat acrylic |
Namun, di balik beberapa kelebihan itu, menurut saya cat acrylic memiliki satu kekurangan yaitu lebih cepat kering dibandingkan dengan cat minyak. Jadi, ketika saya melukis dengan cat acrylic dan masih dalam tahap berimajinasi ataupun ketika saya tinggal sebentar ke luar buat beli es kopi, tiba-tiba cat yang ada palette sudah mulai mengering. Jujurly, hal ini sangat tidak cocok bagi saya yang agak lama dalam berpikir wkwkwkwkwkwk mungkin cat acrylic lebih cocok ke orang yang sat-set-sat-set ygy
Melukis dengan Cat Minyak
Secara pribadi, saya lebih suka melukis menggunakan cat minyak. Sesuai dengan namanya, “cat minyak”, tentu perlu minyak sebagai pelarutnya (tapi bukan minyak bumi ataupun minyak dari kulit berminyak hehe). Minyak yang digunakan untuk mencampur warna biasanya adalah linseed oil atau turpentine, sedangkan untuk membersihkan kuas dapat menggunakan turpentine ataupun paint thinner.
Tapi, berhubung turpentine dan thinner paint mengandung zat yang tergolong toksik, maka saya lebih memilih linseed oil, yang lebih mudah didapatkan di toko-toko dan lebih aman. Sementara sebagai alternatif untuk menghilangkan sisa cat pada kuas dan less-toxic dapat menggunakan olive oil, baby oil, atau linseed oil.
![]() |
| palette untuk cat minyak saya mengunakan kaca, lalu di bawah kacanya diberi kertas transparan |
Sebelum melukis menggunakan cat minyak, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik dan jauh dari sumber api karena beberapa pelarut ada yang mudah terbakar. Dan kalau bisa, gunakan sarung tangan ketika membersihkan kuas apalagi jika kalian menggunakan solvent seperti turpentine.
Begitu banyak don’t-nya kan, jika melukis menggunakan cat minyak? Karena ada beberapa zatnya yang bersifat toksik dan berbahaya bagi kesehatan, apalagi kalau terhirup dalam waktu lama tanpa ada ventilasi yang baik. Ada baiknya sebelum mencoba menggunakan cat minyak, kalian searching dulu di google kayak saya (maklum bukan anak seni rupa hehe)
Setelah mempersiapkan semuanya, mulai dari membeli cat minyak, linseed oil dan canvas, membuka jendela lebar-lebar agar ada ventilasi, meletakan sumber api (cemburu) jauh-jauh dari tempat melukis, akhirnya saya pun mencoba melukis dengan cat minyak. Yang pertama terbenak dalam pikiran saya adalah aroma linseed oil yang khas. Entah mengapa aromanya mengingatkan saya pada masa-masa SMA, sama seperti aroma hujan di pagi hari (mungkin karena saya terjebak di masa lalu yaitu masa SMA hehe).
Selain aromanya, hal yang saya sukai dari cat minyak adalah catnya lebih lama kering daripada cat acrylic. Jadi, saya bisa punya banyak waktu untuk berimajinasi dan bersantai, bahkan cat-nya masih basah dan masih bisa di-blend walaupun kalian tinggal seharian atau dua hari atau seabad (gak selama itu juga kaliii…).
Yup, cat minyak sangat amat procrastinator friendly.
Kesimpulan
Kesimpulan kayak bikin skripsi bab akhir aja wkwkwkwk dah lah, karena saya udah capek dan ngantuk berat nulis blog malam-malam dari tangal 30 Desember 2023 sampai tanggal 31 Desember 2023, maka saya mendapati kesimpulan bahwa saya lebih suka melukis menggunakan cat minyak.
Berhubung cat akrilik itu water based, jadi catnya lebih cepat kering, seakan dikejar-kejar deadline, hustle culture, sehingga gak cocok dengan saya yang menganut paham slow living ini. Cuma kelebihan cat akrilik adalah tidak setoksik cat minyak dan tidak terlalu menguras kantong. Namun walaupun cat minyak agak toxic dan pricey, tapi entah kenapa ada ikatan batin antara saya dan cat minyak, mungkin ini cinta (efek ngantuk).
Udah ah, segitu aja blog kali ini, itu juga udah panjang kayak Tugas Akhir. Ngomong-ngomong soal akhir, inilah akhir blog di tahun 2023. Jika Tuhan menghendaki, mungkin saya masih hidup (ya namanya umur kan gak ada yang tahu hehe…) dan mungkin masih mau menulis blog lagi (kalau gak malas dan depresi ya).
Sebelumnya saya mohon maaf jika ada salah kata atau sok tau dalam dunia perlukisan ini karena saya bukan anak seni rupa, jadi harap dimaklumi dan dimaafkan ya hehe
![]() |
| Mr.Bean setuju |
Selamat tinggal tahun 2023, selamat datang tahun 2024! Semoga tahun 2024 dan seterusnya akan menjadi tahun yang baik, penuh kebahagian, kesehatan dan rejeki yang berlimpah bagi kita semua.
Buat yang belum cobain melukis dengan cat acrylic atau cat minyak, ada baiknya kalian mulai mencoba, siapa tahu kelak ada orang yang bakal beli karya masterpiece kalian (mimpi aja dulu… mumpung mimpi itu gratis hehe). Good luck! See you..(?)






Comments
Post a Comment